Bicaranews.online – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara resmi berakhir setelah digelar di Arena MTQ Desa Sakinah Jaya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (13/7/2026). Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, yang hadir mewakili Bupati H. Erwin Burase.
Selain menandai berakhirnya rangkaian perlombaan, penutupan MTQ juga diisi dengan pengumuman para juara yang akan menjadi wakil Kecamatan Parigi Utara pada ajang MTQ tingkat berikutnya. Berdasarkan hasil rapat pleno dewan hakim, Desa Sakinah Jaya berhasil meraih predikat Juara Umum dengan perolehan nilai 145.
Posisi Juara Umum II ditempati Desa Toboli Barat dengan nilai 140, sedangkan Desa Avolua berada di peringkat ketiga setelah mengumpulkan nilai 131. Hasil tersebut dibacakan oleh perwakilan dewan hakim, Rajib, pada akhir rangkaian acara penutupan.
Dalam sambutannya, Adrudin Nur mengatakan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki fungsi yang lebih luas sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Ia menilai penyelenggaraan MTQ memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda melalui penguatan mental, spiritual, dan akhlak. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, kata dia, menjadi pedoman dalam membentuk kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan demi meraih prestasi, melainkan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk generasi qur’ani yang berakhlak mulia,” ujar Adrudin.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MTQ juga menjadi ruang evaluasi bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Menurutnya, pembinaan terhadap kemampuan dasar tersebut merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Adrudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di Kabupaten Parigi Moutong. Upaya tersebut, menurut dia, memerlukan dukungan bersama, baik dari pemerintah, lembaga keagamaan, maupun masyarakat.
“Yang tak kalah penting, kita didorong untuk bergerak secara swadaya dan mandiri memberantas buta aksara Al-Qur’an di Kabupaten Parigi Moutong,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia berharap para peserta terus mengembangkan kemampuan mereka meskipun kompetisi telah berakhir.
Kepada peserta yang berhasil meraih prestasi, Adrudin menyampaikan ucapan selamat dan berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh hasil maksimal, ia meminta agar tidak berkecil hati dan terus belajar memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya ditentukan oleh perolehan juara, melainkan kemampuan setiap individu dalam mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Penutupan MTQ ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Parigi Moutong Marzuk Hululo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Parigi Moutong Sudirman Tjora, Camat Parigi Utara Muhtar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta tamu undangan lainnya.
MTQ merupakan agenda keagamaan yang secara rutin diselenggarakan mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Selain menjadi ajang pembinaan tilawah dan cabang-cabang lomba Al-Qur’an, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat syiar Islam serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan MTQ ke-10 di Kecamatan Parigi Utara, para peserta terbaik diharapkan mampu mempertahankan prestasi sekaligus membawa nama daerah pada kompetisi tingkat Kabupaten Parigi Moutong. Di sisi lain, pelaksanaan MTQ diharapkan terus menjadi momentum memperkuat pendidikan keagamaan dan membangun budaya literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.






