Bicaranews.online — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga serta pendataan dampak sektor perkebunan setelah banjir melanda Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Kamis (27/8/2026) untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Plt. Kepala Dinas PUPRP Moh. Aflianto, Kepala Pelaksana BPBD Moh. Rivai, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Darlin, Plt. Kepala Dinas TPHP Dadan Priatna, Kepala Satpol PP dan Damkar Ismet, Plt. Kepala Dinas Kominfo Hairudin, Camat Parigi Utara Muhtar, serta Kepala Desa Toboli Barat Jumran.
Erwin mengatakan kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak yang harus segera ditangani. Berdasarkan pendataan awal, sekitar 350 kepala keluarga terdampak banjir mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
“Langkah paling penting dan pertama yang harus kita pikirkan adalah penyiapan air bersih secara darurat bagi masyarakat. Tadi tercatat sekitar 350 kepala keluarga yang terdampak dan saat ini kekurangan air bersih,” ujar Erwin.
Pemkab Parigi Moutong, lanjutnya, segera menyiapkan tangki, tandon, serta pasokan air bersih sementara untuk memenuhi kebutuhan warga selama proses pemulihan berlangsung.
Selain mengganggu akses air bersih, banjir juga menyebabkan sumber air utama yang selama ini melayani masyarakat Desa Toboli Barat mengalami kerusakan total.
Pemerintah daerah kini menyiapkan alternatif sumber air yang lokasinya tidak jauh dari wilayah terdampak. Sumber tersebut telah diidentifikasi memiliki ketersediaan air yang dinilai memadai untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Erwin meminta Dinas PUPRP segera melakukan penghitungan teknis dan menyusun rancangan pembangunan sumber air alternatif tersebut, termasuk kemungkinan pembangunan reservoir dan penggantian jaringan pipa.
“Kita akan minta tim teknis dari Dinas PUPRP segera menghitung dan merancang pembangunannya. Insya Allah bisa segera dilaksanakan. Pembangunannya mencakup reservoir dan penggantian pipa jika diperlukan,” jelasnya.
Pemkab menargetkan pembangunan sumber air alternatif tersebut dapat diupayakan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Di sektor lain, banjir juga berdampak terhadap perkebunan masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai. Luapan air terlihat merendam sejumlah kebun warga, meski pemerintah daerah belum memiliki data pasti mengenai luas maupun nilai kerugian.
Karena itu, Erwin meminta perangkat daerah terkait segera melakukan pendataan secara menyeluruh sebagai dasar menentukan langkah penanganan dan bentuk bantuan yang diperlukan.
“Saat ini belum ada data pasti kerusakan, namun terlihat air sungai melebar dan merendam kebun-kebun di pinggiran aliran. Kita minta Dinas terkait segera mendata agar dapat disusun langkah penanganan dan bantuan yang sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan penanganan dampak banjir dilakukan secara terpadu dengan memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat. Warga juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan dan perkembangan kondisi di sekitar wilayah terdampak.
