Bicaranews.online – Bunda Literasi Parigi Moutong, Dr. Hestiwati Nanga, SKM., M.Kes., menyampaikan sambutan dalam rangkaian acara penutupan Festival Literasi di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Parigi Moutong, Jumat (30/10/2026).
“Bangkitkan, jangan mau dikalah dengan kabupaten lain. artinya kita sama-sama. Makanya saya sering bilang, masa orang lain bisa, kita tidak bisa,” ujarnya.
Hestiwati menyampaikan keyakinannya dengan capaian yang tinggi, dari peringkat ke-12, sekarang sudah peringkat ketiga.
Ia mengucapkan terima kasih dan tepuk tangan buat Dinas Perpustakaan, apresiasi setinggi-tingginya turut diberikan kepada OPD terkait, yaitu perpustakaan.
“Jadi, siapa tahu insyaallah tahun depan mudah-mudahan lebih ramai lagi, ramai pengunjung lagi, dan artinya insyaallah saya akan membantu mengampanyekan program Bapak, sesuai peran saya Bunda Literasi,” ujarnya.
Hestiwati kembali menyoroti pesan yang disampaikan Kadis Perpustakaan, Parigi Moutong telah berada di peringkat ketiga dari 13 kabupaten, mengingat 2025 yang masih di posisi peringkat ke-12.
Ia menyampaikan jika mampu menaikkan capaian tingkat kegemaran membaca ini, ia memperkirakan reward dari Perpustakaan Nasional.
“Seperti Ibu sampaikan tadi, dana DAK kita akan ditambah, itu luar biasa, karena memang sedangkan tidak dijanjikan, kita punya kewajiban untuk menaikkan itu, apalagi dijanjikan,” ujarnya.
Hestiwati memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan di tengah efisiensi, yang menurutnya membuat semakin sedikit daerah yang mendapatkan dana DAK dan DAK nonfisik.
Ia menyoroti era sekarang dan memberi apresiasi kepada pegiat literasi, karena mereka tidak pernah membicarakan terkait anggaran.
“Itu pegiat literasi, itu mana pegiat literasi di sini. Tepuk tangan, masa semangat kita dikalah sama semangatnya pegiat literasi,” ujarnya.
Hestiwati menyampaikan bahwa pegiat literasi tidak pernah menanyakan berapa anggarannya, mereka serius dalam bekerja.
“Masa pejabat sekalian telah digaji dan sudah dapat TPP, jadi yang harus buang jauh terkait keluhan efisiensi, pegiat literasi bisa menjadi sebuah contoh,” ujar Hestiwati.
Ia berharap agar kegiatan Festival Literasi ini memberikan manfaat bagi semua dan menjadi sarana untuk terus memperkuat budaya membaca di Kabupaten Parigi Moutong.
