Gubernur Sulteng dan PLN Bahas Percepatan Elektrifikasi, Masih Ada 83 Desa Belum Berlistrik

Gubernur Sulawesi Tengah menerima audiensi Manager PLN UP3 Palu

Bicaranews.online – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah tersebut. Hingga saat ini, masih terdapat 83 desa yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik, sehingga percepatan pembangunan jaringan dan penyediaan sumber energi alternatif menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dan PLN.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Gubernur Sulawesi Tengah dan Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu, Ansar, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (21/1/2026). Pertemuan membahas perkembangan sistem kelistrikan daerah, peningkatan keandalan jaringan, serta percepatan program elektrifikasi desa melalui program Berani Menyala.

Dalam pertemuan itu, Ansar menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan akibat kondisi geografis yang luas dan panjangnya jaringan distribusi. Menurut dia, sebagian gangguan listrik yang terjadi belakangan bukan merupakan pemadaman terencana, melainkan gangguan pada jaringan distribusi.

“Gangguan yang terjadi belakangan ini bukan pemadaman terencana, melainkan gangguan jaringan. Sekitar 20 persen masih dipengaruhi oleh panjang jalur distribusi dan faktor alam,” kata Ansar.

PLN, lanjut Ansar, saat ini memprioritaskan penguatan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Morowali dan kawasan Lembo. Untuk wilayah Lembo, pasokan listrik sementara masih disuplai dari sistem Palu II dan Palu III sembari menunggu penguatan jaringan transmisi utama.

Selain memperkuat jaringan yang ada, PLN juga mengusulkan penambahan beban baru dan pembangunan pembangkit listrik yang tersebar di sejumlah lokasi. Langkah tersebut bertujuan memperpendek jalur distribusi sehingga keandalan pasokan listrik dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi potensi gangguan.

PLN juga menargetkan penyelesaian sejumlah proyek kelistrikan pada periode 2025–2026, termasuk pengembangan jaringan di Kabupaten Morowali Utara yang telah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2026.

Di sisi lain, upaya elektrifikasi terus diarahkan hingga ke desa dan dusun terpencil. Berdasarkan data PLN, jumlah desa yang belum sepenuhnya berlistrik di Sulawesi Tengah kini tersisa sekitar 83 desa, menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 89 desa.

Ansar mengatakan penurunan jumlah desa yang belum berlistrik merupakan hasil koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Menurutnya, penyediaan akses listrik juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan dasar lain, termasuk konektivitas internet di desa.

“Saya sampaikan langsung ke pemerintah pusat, bagaimana desa bisa bertahan jika listrik belum tersedia. Alhamdulillah, dukungan terus mengalir, termasuk untuk sinergi dengan jaringan internet desa,” ujarnya.

Untuk wilayah kepulauan dan kawasan yang sulit dijangkau jaringan transmisi, seperti Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan sebagian wilayah Morowali, PLN sementara mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi penyediaan listrik hingga jaringan utama dapat menjangkau daerah tersebut.

Gubernur Sulawesi Tengah menyatakan pemerintah provinsi mendukung penuh percepatan program elektrifikasi yang dijalankan PLN. Ia berharap seluruh desa di Sulawesi Tengah dapat memperoleh akses listrik sebelum masa jabatannya berakhir.

“Alhamdulillah progres Berani Menyala terus berjalan. Dari 89 desa, kini tinggal 83 desa. Kita doakan dan kita kawal bersama agar sampai akhir masa jabatan, seluruh Sulawesi Tengah sudah menyala,” kata Gubernur.

Audiensi tersebut juga dihadiri perwakilan DPRD dari daerah pemilihan Kabupaten Sigi dan Morowali Utara sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sulawesi Tengah.

Exit mobile version