Bicaranews.online – Peresmian serentak pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih menjadi momentum bagi masyarakat Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Salah satu jembatan dalam program tersebut berada di wilayah desa itu dan diresmikan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Peresmian digelar secara daring dan dipusatkan di lokasi Jembatan Bainaa Barat. Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong Zulfinasran hadir mewakili Bupati Parigi Moutong Erwin Burase. Sejumlah pejabat daerah juga hadir, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Pangdam XXIII/Palakawira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolres Parigi Moutong AKBP Hendrawan A.N., serta jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah dan Parigi Moutong.
Ratusan warga Desa Bainaa Barat turut hadir di lokasi untuk mengikuti rangkaian peresmian. Masyarakat menyaksikan jalannya acara nasional, termasuk dialog interaktif antara Presiden dan sejumlah pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Presiden meresmikan program pembangunan 2.500 jembatan dan penyediaan 3.000 titik air bersih yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan konektivitas masyarakat di daerah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses serta memperluas ketersediaan air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar.
Di Desa Bainaa Barat, keberadaan jembatan baru diharapkan mempermudah mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tinombo.
Setelah acara peresmian, Pangdam XXIII/Palakawira bersama Gubernur Sulawesi Tengah dan Sekda Parigi Moutong menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada warga. Para pejabat kemudian berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengar aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.
Sekda Parigi Moutong Zulfinasran mengatakan pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Keberadaan Jembatan Garuda dan fasilitas air bersih ini merupakan angin segar bagi masyarakat Bainaa Barat. Pembangunan jembatan secara langsung akan memperlancar mobilitas ekonomi dan aktivitas warga sehari-hari, sementara akses air bersih adalah pemenuhan kebutuhan dasar yang sangat vital,” ujar Zulfinasran.
Menurut pemerintah daerah, peningkatan konektivitas dan akses terhadap layanan dasar diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Tinombo.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses layanan dasar dan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
