Polda Sulteng Perkuat Sinergi Lintas Instansi Tangkal Hoaks di Ruang Digital

/ Foto : Bidhumas Polda Sulteng

Bicaranews.online – Polda Sulawesi Tengah bersama sejumlah instansi memperkuat koordinasi untuk mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, dan misinformasi di ruang digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan website Berani Literasi Informasi (Klinik Hoaks) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kepala Diskominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah Wahyu Agus Pratama itu berlangsung di Kantor Diskominfo Sulteng dan diikuti puluhan peserta dari sejumlah instansi, di antaranya Binda Sulteng, Kesbangpol, Kodam XXIII/PW, Polda Sulteng, Kejati Sulteng dan Lanal Palu.

Bimtek tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat Kominda Provinsi Sulawesi Tengah. Materi kegiatan diarahkan pada peningkatan kemampuan peserta dalam mendeteksi, memverifikasi, mengklarifikasi, dan memitigasi penyebaran informasi yang tidak benar.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai penggunaan website Berani Literasi Informasi yang disampaikan Nur Safira Sari, S.I.Kom. Platform tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses verifikasi dan klarifikasi terhadap informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Achmad Muhaimin mengatakan perkembangan informasi di media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi secara cepat dan tepat.

“Kita perlu memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam mendeteksi dan mengklarifikasi informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai informasi yang tidak benar berkembang menjadi keresahan di masyarakat,” kata Kombes Achmad Muhaimin.

Menurutnya, pemanfaatan Klinik Hoaks juga dapat menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan peringatan dini terhadap isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, pemantauan terhadap isu yang berkembang di ruang digital perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan proses verifikasi sebelum informasi disebarluaskan.

“Informasi yang sudah diverifikasi dan diklarifikasi dapat menjadi rujukan bersama dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat. Dengan begitu, kita berharap ruang digital tetap sehat dan situasi kamtibmas di Sulawesi Tengah tetap kondusif,” tandasnya.

Exit mobile version