Bicaranews.online – Sebanyak 914 personel kepolisian disiagakan dalam Operasi Aman Tinombala 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah. Operasi tersebut berlangsung selama 65 hari, mulai 28 Oktober hingga 31 Desember 2026, dengan fokus pada pencegahan, deteksi dini, patroli wilayah rawan, penanganan kebakaran, dan penegakan hukum.
Kesiapan operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan dan Pemberangkatan Personel Operasi Aman Tinombala 2026 di halaman Markas Komando Polres Parigi Moutong, Selasa (27/10/2026) pukul 08.00 WITA.
Apel dipimpin Wakapolres Parigi Moutong, KOMPOL Henry Burhanuddin, serta dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polres Parigi Moutong, personel TNI, dan instansi terkait.
Dalam amanat Kapolda Sulawesi Tengah yang dibacakan Henry, disebutkan bahwa 914 personel tersebut terdiri atas 164 personel Satgas Polda Sulawesi Tengah dan 750 personel Satgas Polres jajaran.
Henry menegaskan, penanggulangan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan petugas memadamkan api. Deteksi dini dan pencegahan harus dilakukan agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bertindak. Pencegahan harus menjadi prioritas melalui deteksi dini, patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, serta edukasi kepada masyarakat,” tegas Henry.
Ia juga meminta seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga masyarakat.
Henry mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran kepada petugas.
Di Kabupaten Parigi Moutong, apel melibatkan personel gabungan dari TNI melalui Koramil Parigi, Sat Samapta, Sat Polair, staf gabungan, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, Satuan Polisi Pamong Praja, serta BPBD Kabupaten Parigi Moutong.
Melalui operasi tersebut, personel diharapkan meningkatkan patroli gabungan, memantau titik panas atau hotspot, memetakan kawasan rawan kebakaran, serta memperkuat pertukaran informasi antarinstansi. Kesiapan tanggap darurat dan keselamatan personel juga menjadi perhatian dalam menghadapi medan sulit serta perubahan arah angin saat penanganan kebakaran.
Selain pencegahan dan penanganan, Operasi Aman Tinombala 2026 juga mencakup penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara melanggar hukum. Proses penindakan dilakukan secara profesional berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.
Polres Parigi Moutong menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah desa. Warga diimbau tidak meninggalkan api tanpa pengawasan serta segera melaporkan kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api.
Melalui Operasi Aman Tinombala 2026, kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait berupaya menekan risiko kebakaran, melindungi keselamatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Parigi Moutong dan wilayah Sulawesi Tengah.
