Bicaranews.online – Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Dr. Aat Surya Safaat, menutup secara resmi kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Parigi Moutong, Rabu (4/11/2026) bertempat di New Oktaria Homestay, Masigi.
Aat menjelaskan kalau ingin maju sebagai wartawan yang kompeten kuncinya adalah Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Wartawan harus siap dengan senjata ke depan untuk menjadi seorang wartawan yang kompeten.
Aat menyebutkan sebuah ungkapan Latin yang berbunyi “Si vis pacem, para bellum, yang berarti, jika ingin damai, bersiaplah untuk perang.”
Ia menyampaikan bahwa tujuan wartawan masih panjang untuk memberikan peran dan fungsi yang baik bagi masyarakat.
Aat turut menegaskan sopan santun juga merupakan hal utama, walaupun hebat dalam ujian mendapatkan nilai terbaik, tapi tidak memiliki sopan santun maka nol.
Ia menyampaikan dalam Islam ada qaulan karima, berkata dengan penuh kehormatan, dan qaulan ma’rufa, berbicara dengan baik, qaulan maisuro, berbicara dengan lembut.
“Artinya bahwa kita dalam berperilaku sebagai wartawan harus sopan santun,” ujar Aat Surya Safaat Direktur UKW Pusat saat menyampaikan penutupan.
“Tidak akan sampai ke puncak kejayaan kecuali dengan kerja keras dan tidak akan sampai ke puncak keagungan kecuali dengan sopan santun.” Itu kata Imam Al-Ghazali.
Aat menegaskan bahwa seorang wartawan harus menunjukkan dirinya bahwa wartawan adalah orang yang berpendidikan, wartawan itu adalah orang yang berkelas dengan berpenampilan rapih.
“Kalau kita ingin dihargai orang lain, maka hargai diri sendiri. Maka kemudian orang akan menghargai,” tutupnya.






