Gubernur Sulteng Soroti Program untuk Masyarakat di Tengah Efisiensi Anggaran

/ Foto : Riski

Bicaranews.online — Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. menegaskan pemerintah daerah harus memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-25 Partai Demokrat di Taman Masigi, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (13/9/2026) malam.

Anwar Hafid mengatakan efisiensi anggaran tidak boleh menghentikan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Menurut dia, persoalan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga peningkatan ekonomi harus tetap menjadi perhatian pemerintah.

“Yang paling penting, Bapak, Ibu sekalian, kita jangan lagi terlalu sibuk membicarakan persoalan Pilkada atau Pileg yang sudah selesai. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana menyelesaikan persoalan rakyat,” kata Anwar Hafid dalam sambutannya.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalami pemangkasan anggaran sekitar Rp1,2 triliun. Sementara Kabupaten Parigi Moutong disebut mengalami pemangkasan sekitar Rp300 miliar.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Anwar Hafid mengatakan sejumlah program pemerintah provinsi tetap diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Program itu antara lain Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Panen Raya, penataan pertambangan rakyat, serta Berani Menyala.

Melalui program Berani Cerdas, pemerintah provinsi memberikan beasiswa pendidikan tinggi kepada puluhan ribu mahasiswa. Anwar Hafid menyebut lebih dari 4.000 mahasiswa di Kabupaten Parigi Moutong telah menerima manfaat program tersebut, sementara secara keseluruhan penerima di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 47.000 mahasiswa.

Menurut Anwar Hafid, program tersebut didukung anggaran sekitar Rp260 miliar dan ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

“Jangan sampai anak-anak kita tidak bisa kuliah hanya karena persoalan biaya,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, pemerintah menjalankan program Berani Sehat yang memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dengan membawa KTP. Anwar Hafid menyebut program tersebut telah dimanfaatkan sekitar 14.000 warga di Parigi Moutong dan sekitar 200.000 warga di Sulawesi Tengah, dengan alokasi anggaran sekitar Rp120 miliar.

Sementara program Berani Lancar diarahkan untuk meningkatkan akses transportasi melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. Salah satu jalur yang disebut Anwar Hafid adalah jalur alternatif Sausu–Manggalapi–Sigi.

Menurut dia, peningkatan akses jalan dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar kegiatan ekonomi.

Di sektor pertanian, pemerintah provinsi menjalankan program Berani Panen Raya melalui penyediaan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dengan skema pinjam-pakai. Anwar Hafid mengatakan skema tersebut diterapkan agar alat pertanian dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanpa menjadi milik pribadi atau diperjualbelikan.

Pemerintah provinsi juga merencanakan pengembangan sekitar 3.000 hektare lahan pertanian modern.

Selain program pertanian, Anwar Hafid menyampaikan pemerintah sedang mendorong legalisasi aktivitas pertambangan rakyat melalui Izin Pertambangan Rakyat (IPR), termasuk di Kabupaten Parigi Moutong.

Ia mengatakan legalitas diperlukan agar aktivitas pertambangan dapat diatur dan diawasi, termasuk untuk menekan risiko kerusakan lingkungan yang dapat berdampak terhadap masyarakat.

“Kita tidak ingin aktivitas pertambangan kemudian menjadi penyebab bencana seperti banjir yang merugikan masyarakat,” katanya.

Anwar Hafid juga menyinggung persoalan pasokan listrik yang masih menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah. Menurut dia, kondisi tersebut salah satunya berkaitan dengan penurunan debit air pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso yang berdampak terhadap pasokan listrik di sejumlah wilayah Sulawesi.

Melalui program Berani Menyala, pemerintah, kata Anwar Hafid, terus melakukan koordinasi untuk menangani persoalan kelistrikan tersebut.

Sebelumnya, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom. dalam sambutannya mengatakan pemerintah daerah perlu memanfaatkan evaluasi program untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program yang tepat.

Erwin Burase menyebut salah satu capaian yang dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah adalah pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ia mengatakan cakupan program tersebut di Parigi Moutong telah mencapai sekitar 62 persen atau sekitar 467.000 jiwa.

Menurut Erwin Burase, capaian tersebut meningkat dibandingkan evaluasi tiga bulan sebelumnya ketika Parigi Moutong masih berada di peringkat keempat di Sulawesi Tengah setelah Morowali, Morowali Utara, dan Poso.

Dalam kesempatan yang sama, Erwin Burase mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk meneladani nilai kejujuran, kesabaran, kepemimpinan, kasih sayang, persaudaraan, serta keadilan yang dicontohkan Rasulullah.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan pilihan dan pandangan politik.

“Politik pada hakikatnya bukan semata-mata tentang kekuasaan, melainkan tentang bagaimana memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, menjadi sarana memperjuangkan aspirasi rakyat, memperkuat pembangunan, menjaga persatuan, dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Erwin Burase.

Sementara itu, Anwar Hafid yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah mengatakan peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat tahun ini mengusung semangat nasionalis-religius. Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai kampanye politik, melainkan peringatan hari ulang tahun partai yang terbuka bagi masyarakat.

Anwar Hafid mengatakan masyarakat perlu membedakan kegiatan seremonial dengan kampanye politik. Menurut dia, kegiatan peringatan HUT yang terbuka untuk umum dapat dihadiri masyarakat maupun tokoh dari berbagai latar belakang politik.

Ia kemudian mengaitkan peringatan Maulid Nabi dengan pentingnya memperkuat ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Anwar Hafid mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadikan Maulid sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga mengambil nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan.

Anwar Hafid juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan media sosial. Menurut dia, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan memungkinkan informasi maupun gambar dibuat menyerupai kenyataan sehingga masyarakat perlu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Jangan mudah percaya terhadap apa yang kita lihat di media sosial. Saring informasi sebelum menyebarkannya. Jangan sampai media sosial menjadi tempat menyebarkan fitnah dan permusuhan,” ujarnya.

Ia berharap momentum Maulid Nabi dan HUT ke-25 Partai Demokrat dapat memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Menurut dia, kegiatan politik semestinya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan rakyat, bukan sekadar memperdebatkan kepentingan politik yang telah berlalu.

“Politik harus menjadi jalan untuk memberikan manfaat kepada rakyat,” kata Anwar Hafid.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Permata Masigi, itupun turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reni A. Lamadjido, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom., Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, unsur Forkopimda, anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, pengurus Partai Demokrat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *