Bicaranews.online – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mempercepat pembangunan dan operasional Koperasi Merah Putih (KMP) di tingkat desa dan kelurahan. Dari total 283 desa dan kelurahan, sebanyak 37 lokasi dilaporkan telah memulai proses pembangunan, meski baru empat lokasi yang telah mencapai progres 100 persen.
Percepatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, di Ruang Rapat Sekda Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu (22/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong, Fit, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur TNI yang turut mendukung pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Dalam rapat itu, Sekda menekankan pentingnya percepatan proses verifikasi, validasi, hingga serah terima hasil pembangunan Koperasi Merah Putih. Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun ke lapangan untuk memastikan kondisi pembangunan di setiap lokasi.
“Saya minta seluruh perangkat daerah tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi dan validasi. Kita harus mengetahui secara pasti mana yang sudah selesai, mana yang masih terkendala, dan apa solusi yang harus segera dilakukan,” tegas Zulfinasran.
Menurutnya, verifikasi tidak boleh hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan. Kelengkapan dokumen administrasi, perencanaan, pelaksanaan pembangunan, hingga sarana dan prasarana juga harus dipastikan sebelum proses serah terima dilakukan.
Zulfinasran menyebut koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengatasi berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian di antaranya penyediaan lahan, legalitas, perizinan, serta kesiapan administrasi kepengurusan koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong, Fit, melaporkan bahwa dari 283 desa dan kelurahan, baru 37 lokasi yang telah memulai pembangunan. Sementara itu, empat lokasi telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen.
“Target awal sebenarnya lebih besar, namun masih terdapat sejumlah hambatan, terutama terkait lokasi pembangunan, kesiapan lahan, serta beberapa persoalan administrasi kepengurusan koperasi. Meski demikian, seluruh pihak terus berupaya mempercepat penyelesaiannya,” jelas Fit.
Koperasi Merah Putih merupakan program nasional yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa dan kelurahan melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif.
Sejumlah unit usaha yang dapat dikembangkan melalui koperasi tersebut antara lain apotek, gerai sembako, penyedia sarana pertanian, serta berbagai layanan ekonomi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, rapat tersebut juga membahas pembentukan Tim Verifikasi dan Validasi yang melibatkan sejumlah OPD teknis.
Tim tersebut akan memeriksa kesiapan fisik bangunan, kelengkapan administrasi, dokumen perencanaan dan pelaksanaan, serta sarana dan prasarana pendukung sebelum proses serah terima dilakukan.
Sekda juga meminta agar pembagian wilayah kerja tim lapangan segera dilakukan. Dengan demikian, proses monitoring dapat berjalan lebih efektif dan seluruh lokasi pembangunan dapat dipantau secara berkala.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, unsur TNI, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Koperasi Merah Putih.
Percepatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian fisik bangunan. Koperasi yang telah selesai dibangun juga ditargetkan segera beroperasi sehingga dapat menjadi pusat penggerak ekonomi desa, membuka akses usaha bagi masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Parigi Moutong.
Sumber: Diskominfo Parigi Moutong






