Banjir Rendam 111 Rumah di Tiga Desa Kecamatan Toribulu Parigi Moutong

/ Foto : BPBD Parigi Moutong

Bicaranews.online – Sebanyak 111 rumah warga di tiga desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terendam banjir pada Jumat (25/9/2026). Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari dan menyebabkan sungai serta saluran irigasi meluap.

Tiga desa yang terdampak yakni Desa Toribulu Selatan, Desa Tomoli Utara, dan Desa Singura. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, banjir mulai terjadi sekitar pukul 05.00 WITA setelah hujan berlangsung sejak sekitar pukul 02.00 hingga 06.00 WITA.

Di Desa Toribulu Selatan, banjir berdampak pada 21 kepala keluarga yang tersebar di Dusun II sebanyak empat KK, Dusun III tiga KK, dan Dusun IV sebanyak 14 KK. Sebanyak 21 rumah warga dilaporkan terendam.

Sementara di Desa Tomoli Utara, sebanyak 60 KK di Dusun I terdampak dengan jumlah rumah terendam mencapai 60 unit.

Adapun di Desa Singura, banjir berdampak pada 30 KK yang tersebar di Dusun III, IV dan V, masing-masing sebanyak 10 KK. Sebanyak 30 rumah warga dilaporkan terendam.

Selain permukiman, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Di Desa Toribulu Selatan, plat deker pada Jalan Trans Sulawesi terdampak. Di Desa Singura, fasilitas pendidikan yang terdampak meliputi satu sekolah TK, SD dan SMP. Sementara dampak terhadap fasilitas umum di Desa Tomoli Utara masih dalam pendataan.

Pusdalops BPBD Parigi Moutong melaporkan tidak terdapat warga yang mengungsi maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan juga masih dalam pendataan, sedangkan sektor perikanan dan peternakan dilaporkan nihil.

Banjir terjadi setelah meningkatnya debit air sungai dan saluran irigasi akibat hujan dengan intensitas tinggi. Air kemudian meluap dan menggenangi permukiman, areal persawahan serta sejumlah jalan desa.

Kondisi tersebut diperparah oleh ukuran plat deker jembatan di Jalan Trans Sulawesi yang relatif kecil serta tingginya sedimentasi pada saluran irigasi yang menghambat aliran air.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat desa, masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan koordinasi serta asesmen untuk mengetahui dampak banjir dan kebutuhan warga.

Berdasarkan laporan BPBD, banjir telah surut. Namun, sejumlah kebutuhan penanganan masih diperlukan, antara lain bantuan logistik penanggulangan bencana, penguatan tebing sungai menggunakan bronjong, pelebaran plat deker di Jalan Trans Sulawesi serta normalisasi atau pengerukan sedimentasi pada jaringan irigasi.

Pendataan dampak banjir masih dilakukan terhadap sektor pertanian dan perkebunan serta fasilitas umum yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *