Bicaranews.online — Perjalanan menuju podium tidak selalu dimulai dari kemenangan. Bagi pasangan ganda putri asal Parigi Moutong, Putri Tagunu dan Putri Passau, langkah menuju prestasi justru berawal dari kegagalan.
Keduanya pernah tampil pada turnamen AATC se-Sulawesi Tengah di Kota Palu pada 2025. Saat itu, perjalanan mereka terhenti di babak delapan besar. Meski belum mampu meraih podium, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk kembali berlatih dan memperbaiki kemampuan.
Setahun berselang, kerja keras itu mulai membuahkan hasil.
Putri Tagunu dan Putri Passau berhasil meraih podium ketiga kategori Beginner Women pada Turnamen AATC Berani Cup 2026 di Kota Palu, Minggu (9/8/2026). Bagi dua atlet yang masih tergolong pemula, capaian tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan mereka di dunia tenis lapangan.
Prestasi itu bukan sekadar soal medali. Podium ketiga menjadi tanda bahwa proses pembinaan dan pengembangan talenta tenis lapangan di Parigi Moutong mulai menunjukkan hasil.
Official tim Parigi Moutong, Aprilia Nengsi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya semangat para atlet daerah untuk terus berkembang dan meningkatkan level permainan.
Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari rutinitas latihan yang dilakukan secara konsisten. Para pecinta tenis lapangan di Parigi juga rutin menjalani latihan dasar setiap akhir pekan sebagai bagian dari proses membangun kemampuan teknis sekaligus mental bertanding.
“Ini membuktikan semangat juang atlet Parigi Moutong sangat tinggi untuk terus naik kelas,” ujar Aprilia.
Perjalanan Putri Tagunu dan Putri Passau menunjukkan bahwa pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Dari terhenti di babak delapan besar pada turnamen sebelumnya, keduanya mampu memperbaiki pencapaian hingga menembus podium pada kesempatan berikutnya.
Namun, podium ketiga bukanlah akhir.
Bagi tim tenis Parigi Moutong, capaian tersebut justru menjadi pemantik untuk bekerja lebih keras. Masih ada podium tertinggi yang harus dikejar dan kemampuan yang perlu terus ditingkatkan.
Semangat tersebut sejalan dengan visi Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Parigi Moutong, Hestiwati, yang mendorong tenis lapangan daerah untuk terus “naik kelas” dengan memberikan ruang lebih besar bagi talenta lokal.
Pembinaan tidak hanya menyasar atlet yang telah berpengalaman, tetapi juga pemain pemula yang baru mengenal dunia kompetisi. Kesempatan bertanding diberikan sebagai bagian dari proses membangun keberanian, pengalaman, kemampuan teknis, dan mental bertanding.
Bagi Hestiwati, semakin banyak atlet daerah mendapatkan kesempatan berkompetisi, semakin besar pula peluang lahirnya talenta baru yang mampu membawa nama Parigi Moutong ke level yang lebih tinggi.
Karena itu, pembinaan tenis lapangan di Parigi Moutong diarahkan untuk terus berjalan secara berkelanjutan. Atlet pemula maupun senior didorong untuk memperkuat kemampuan melalui latihan dan kompetisi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Perjalanan Putri Tagunu dan Putri Passau menjadi salah satu gambaran dari proses tersebut.
Dari babak delapan besar menuju podium ketiga, keduanya menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir dalam satu pertandingan. Ada latihan yang berulang, kegagalan yang harus diterima, keberanian untuk kembali bertanding, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Podium ketiga di AATC Berani Cup 2026 akhirnya menjadi salah satu tanda bahwa tenis Parigi Moutong sedang bergerak maju.
Dan bagi pembinaan yang dipimpin Hestiwati, naik kelas bukan hanya tentang memenangkan pertandingan hari ini, tetapi tentang menyiapkan lebih banyak atlet daerah untuk berdiri di podium tertinggi pada masa depan.






