Bicaranews.online — Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menerima audiensi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Palu di Ruang Rapat Wakil Bupati, Jumat (31/7/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Parigi Moutong.
Audiensi dipimpin Pemimpin Cabang PNM Palu, M. Akbar Rifani, yang menyampaikan perkembangan layanan PNM di Parigi Moutong. Menurutnya, perusahaan telah beroperasi selama sekitar 14 tahun dengan dukungan 12 kantor unit yang melayani masyarakat di berbagai wilayah.
Hingga Semester I Tahun 2026, PNM mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp89 miliar kepada pelaku usaha mikro di Kabupaten Parigi Moutong. Sementara itu, total outstanding kredit mencapai sekitar Rp112 miliar.
Selain memaparkan capaian pembiayaan, PNM juga mengundang Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk menghadiri kegiatan pembinaan dan pengembangan kapasitas usaha yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Parigi. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 300 pelaku usaha mikro sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, daya saing, dan keberlanjutan UMKM.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Abdul Sahid menyambut baik kontribusi PNM dalam mendukung pengembangan usaha mikro di daerah. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pembiayaan menjadi faktor penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat.
Abdul Sahid juga mendorong penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan PNM. Menurutnya, kesepakatan tersebut akan menjadi landasan untuk mengoptimalkan berbagai program pembiayaan dan pemberdayaan UMKM agar selaras dengan arah pembangunan ekonomi daerah.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan itu menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan PT Permodalan Nasional Madani dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha.






